“Pada waktu PKL kalau sekarang Prakerin kelas
2 STM beberapa tahun lalu, saat teman
teman saya pulang pada selesai jam kerja
saya berusaha untuk tidak cepat cepat pulang karena saya membersihkan peralatan
yang habis dipakai kemudian saya tempatkan ke rak atau almari dimana peralatan
itu berada, setiap hari saya lakukan. Tentu bersama pegawai bengkel yang lain.
Suatu saat saya ditanya kenapa kamu lakukan itu olah pemiliki bengkel..? Saya menjawab bahwa kalau peralatan bersih
tentu akan terhindar dari karat dan lebih nyaman dipakai, sedangkan saya
kembalikan ke tempat semula sesuai dengan kategori peralatan supaya pada saat
memakai nya kembali tidak terlalu susah mencari nya. Beliaupun memberikan penawaran
yang mengejutkan saya kank, sudah kamu berhenti saja sekolah kerja disini saja
langsung saya terima.. !, Saya pun menjawab saya selesaikan dulu SMK saya pak
nanti saya akan bekerja disini. Singkat cerita kank, saya memang bekerja
dibengkel tersebut, mungkin sudah rezeki saya , ketika satu tahun bekerja produsen memberikan penawaran kursus peningkatan keterampilan
teknis otomotif di Jerman untuk dua orang, saya berangkat bersama owner sebagai peserta, hingga saat ini saya
menjadi kepala bengkel dikantor cabang ini. “ begitulah penuturan teman saya,
seorang pria yang belum genap berusia 35 tahunan ini menjadi Kepala Bengkel perusahaan Otomotif.
Penasaran saya coba tanya, “apa kriteria pemilihan pegawai teknis ditempat anda..?”
“Sederhana..!
saya melihat langsung apa yang dia bisa, maklum bengkel kank ,keterampilan
teknis pasti prioritas.!, kedua attention to detail atau apakah dia teliti dalam mendeteksi keluhan
pelanggan dan hasrat merawat, seperti
pada saat dia mau menyelesaikan tugasnya apakah dia sudah melakukan cek
ulang pada perangkat yang bermasalah atau sekedar memasang saja termasuk
cek suara mesin untuk atteniton to detil sedangkan untuk hasarat merawat bisa
dilihat dari apakah langsung ditutup kap mobilnya atau
dibersihkan dulu oli oli atau bekas segala macam yang kotor pasca servis
tadi..!, begitu katanya, sambil
mempersilahkan saya untuk sama sama minum kopi hitam dari Tanah Toraja yang dihidangkannya .
Sobat muda ada beberapa pelajaran yang bisa kita petik
disini jika anda kelak sedang magang, prakerin , atau kerja paruh waktu, agar
anda dipilih dan dipertimbangkan menjadi karyawan penting.
1. Apakah cara anda
bekerja cukup baik atau lebih dari sekedar baik sehingga para owner atau senior
manajer di perusahaan tempat anda bekerja menilai anda adalah calon karyawan
unggul yang pantas dipilih ?
2. Apa saja yang anda
lakukan sehingga dapat secara secara konsisten owner atau manager mengingat
anda karena critra positif saat anda magang di perusahaannya..?
3. Perilaku apa yang bisa
membuat mereka terpesona untuk memperkerjakan anda secara professional..?
4. Apa yang bisa anda
petik dari cerita ini ?. PKL di Bengkel , tetapi mendapatkan penawaran menarik
yakni boleh bekerja ditempat itu meski putus skolah sekalipun(pada saat PKL kelas
2 SMK), bahkan diberi kesempatan saat baru bekerja setahun untuk berangkat Ke Jerman
bersama owner.
5. Perusahaan apa yang
cocok menjadi tempat magang anda sehingga dapat membangkitkan semua potensi
unggul yang anda miliki..?
6. Bagaimana anda pada
akhirnya dapat dibedakan dari peserta magang lainya dikarenakan keunggulan dasa
saing pribadi anda..?
Perusahaan mungkin tidak terlalu tertarik dengan
peserta magang atau prakerin, namun menjadi yang terbaik saat melaksanakan
tugas akan menjadi daya tarik sendiri bagi perusahaan, Hayo siapa yang ingin
mengikuti jejak ke Jerman..?
No comments:
Post a Comment